Paro Dzong berdiri di antara bukit-bukit pegunungan Himalaya (Foto: explorehimalaya)
Paro Dzong berdiri di antara bukit-bukit pegunungan Himalaya (Foto: explorehimalaya)
BANDARA Paro merupakan satu-satunya bandara yang berada di Paro, Bhutan. Bandara ini terletak di antara bukit-bukit pegunungan Himalaya yang tingginya mencapai 5.500 meter. Butuh nyali besar jika Anda ingin berwisata ke sini.

Ke Bandara Paro, turbulensi yang akan Anda alami tidak seperti umumnya. Diperlukan seorang pilot profesional yang telah memiliki linsensi khusus untuk mendaratkan sebuah pesawat di bandara ini.

Sensasi berbeda akan Anda rasakan ketika pesawat mulai mendarat di landasan pacu. Perlu Anda ketahui, landasan pacu bandara ini tergolong menakutkan karena salah satu yang terpendek di dunia. Namun, pengalaman menegangkan yang Anda alami selama pendaratan akan terbayarkan oleh tujuan wisata yang ada di negara ini.

Tempat-tempat di Paro yang dapat Anda jadikan sebagai tujuan wisata, di antaranya Paro Dzong. Paro dzong adalah simbol yang menggambarkan sisi religius kota ini. Tempat ini telah berdiri sejak 1646. Paro Dzong adalah sebuah bangunan yang menunjukkan kuatnya budaya sebuah kerajaan yang diperlihatkan dari sentuhan arsitekturnya.

Di menara yang terletak di bagian atas Paro Dzong, terdapat Museum Nasional Buthan. Museum ini termasuk salah satu tujuan wisata yang baru dibangun. Koleksi museum berisi cukup banyak senjata yang digunakan oleh kerajaan, perangko, hewan-hewan, seperti burung dan mamalia, juga tak ketinggalan hasil karya seni khas Buthan yang dipamerkan begitu indah, termasuk artefak.

Taktsang Lhakang (Tiger’s Nest) menjadi tempat lainnya yang harus Anda kunjungi di Buthan. Situs ini merupakan situs keagamaan terpenting yang ada di Buthan. Letaknya sekira 80 km dari Paro, biara ini berdiri di tepi sebuah tebing. Hal tersebut membuatnya menjadi lebih unik.

Untuk menuju ke biara ini, Anda perlu melalui jalan sepi karena hanya turis-turis tertentu yang berminat pergi ke sini, selain umat Budha. Taktsang Lhakang merupakan sebuah tempat di mana para penduduk percaya bahwa Guru Rimpoche telah hadir berjuta-juta tahun sebelum adanya legenda harimau. Untuk pengembangan pariwisata, pemerintah Buthan telah membuatkan sebuah sudut yang dapat Anda gunakan untuk bersantai sambil meminum kopi dan menikmati keindahan pemandangan dari sudut tempat ini.

Saat yang tepat datang ke Buthan adalah ketika musim semi tiba. Saat musim semi, setiap tahunnya diadakan sebuah festival yang sangat terkenal di Buthan. Festival bernama Paro Tshechu ini diadakan untuk mengenang kedatangan Guru Rimpoche ke Paro Valley pada abad ke-8. Festival yang diadakan di Paro Dzong ini merupakan semacam festival topeng yang penuh dengan hiburan musik dan tari-tarian untuk mengenang masa lalu.

Sebuah perjalanan tidak akan lengkap tanpa membeli oleh-oleh. Jika ingin berbelanja, Anda dapat pergi ke pasar yang digelar setiap akhir pekan atau toko-toko kecil yang tersebar di sini. Para pedagang akan menawarkan beraneka barang antik yang terbuat dari perak, produk lokal, kain tenun, dan barang antik yang berasal dari Tibet dan India. Jika ingin membawanya untuk oleh-oleh, Anda memerlukan sertifikat yang dibuat oleh pemerintah setempat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top